Dear Bloggie
Kangen banget rasanya mau nulis, numpahin semua isi hati.
Jadi teringat dulu, waktu niat bener jadi reporter. Rasanya pengen nulis, terus pake googling dulu untuk riset apa yang mau kutulis. Minimal ada gambar saja itu cukup membantu.
Gak tahu kenapa dulu sempet pengen terjun ke dunia jurnalistik. Secara aku nonton berita aja jarang. Dan ketika aku ingin masuk dunia itu, terkadang aku nonton CNN atau BBC cuma karena pengen komentarin pembawa acaranya yang keren dan matang. Lalu turn to Indonesia channel news yang suka ngasih pembawa acara bersuara kaleng. Aku selalu percaya akan takdir. Aku percaya kalo aku akan menjadi pembawa acara yang handal dan baik. Namun ku lupa, terkadang memberikan fokus yang optimal terhadap sebuah tugas saja, aku sangat sulit. Lalu bagaimana aku bisa menjadi wartawan? Yang segala sesuatu harus optimal, dan akurat? Rasanya aku tak akan mampu untuk melakukan itu. Aku hanya seorang pemalu, yang suka berpura-pura hebat dan merasa diri tahu akan segalanya. Ya, aku sangat ingin mendapat pengakuan tanpa mau bersusah payah untuk meraihnya.
Saat ini aku sedang merenung akan kebodohan dan ketidakbijaksanaan ku dalam melakukan pilihan hidup. Terkadang ingin rasa mengulang, tapi buat apa jika ternyata pilihan salah tersebut sangat kunikmati pelaksanaannya? Tidak berarti bukan? Jujur saja, kurindu akan kedisiplinan, kebijakan dan pengendalian diri ada dalam ku. Dan diatas semuanya itu rasa cinta dan takut pada Tuhan Allah kita. Apa yang kulakukan kini, kusadari sepenuhnya bukan apa yang kuingini dalam hidup. Aku ingin berdaya guna dan menjadi berkat bagi sesamaku dimanapun mereka berada.